Neon Uji Dorong Transformasi Asesmen Digital di Forum Kepala Sekolah SMP dan MTs Swasta Sleman

|

MARKETING NEON UJI

Workshop Percepatan Tumbuh Kembang Sekolah diselenggarakan pada 8 September 2026 di Mall Pelayanan Publik Kabupaten Sleman. Kegiatan yang diikuti 89 perwakilan SMP dan MTs swasta ini membahas penguatan sekolah dan transformasi pendidikan. Neon Uji turut berpartisipasi sebagai pihak pendukung melalui sesi khusus mengenai transformasi asesmen digital dan pemanfaatannya untuk mendukung kebutuhan evaluasi pembelajaran di sekolah.

Sleman, 8 September 2026 — Neon Uji, platform pengelolaan asesmen digital yang dikembangkan oleh PT Vortex Buana Edumedia, berpartisipasi dalam Workshop Percepatan Tumbuh Kembang Sekolah yang berlangsung di Mall Pelayanan Publik Kabupaten Sleman. Kegiatan ini diikuti oleh 89 perwakilan SMP dan MTs swasta dan menjadi forum bagi pimpinan satuan pendidikan untuk membahas penguatan pengelolaan sekolah, transformasi digital, serta pengembangan pembelajaran yang adaptif terhadap kebutuhan pendidikan saat ini.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Neon Uji memperoleh sesi khusus selama kurang lebih 30 menit untuk membahas transformasi asesmen digital dan pemanfaatan teknologi dalam mendukung proses evaluasi pembelajaran. Pembahasan mencakup pengelolaan soal, pelaksanaan asesmen, pemantauan proses ujian, hingga pemanfaatan hasil evaluasi sebagai dasar tindak lanjut akademik.

Penguatan sekolah tidak hanya berkaitan dengan fasilitas maupun capaian akademik, tetapi juga dengan kualitas layanan, pengalaman belajar siswa, dan komunikasi sekolah dengan orang tua. Dalam konteks tersebut, pembelajaran dan asesmen menjadi bagian penting karena keduanya merupakan proses yang secara langsung dialami siswa, guru, maupun orang tua.

Asesmen Digital sebagai Bagian dari Transformasi Sekolah

Melalui sesi yang dibawakan oleh Andreas Mustofa, Fasilitator Sekolah Neon Uji, peserta diperkenalkan pada pendekatan pengelolaan asesmen digital yang tidak berhenti pada pemindahan proses ujian dari kertas ke perangkat digital.

Peserta diajak melihat perbedaan antara digitalisasi dan transformasi dalam pengelolaan asesmen. Penggunaan komputer, ujian melalui layar, maupun penyimpanan nilai dalam spreadsheet dapat menjadi bagian dari proses digitalisasi, tetapi belum tentu mengubah cara sekolah mengelola evaluasi pembelajaran secara menyeluruh.

Transformasi asesmen juga mencakup bagaimana proses dapat dikelola dengan lebih terstruktur, hasil diperoleh lebih cepat, serta data asesmen dapat digunakan untuk menentukan tindak lanjut pembelajaran.

“Transformasi tidak dimulai dari teknologi. Transformasi dimulai dari keputusan untuk memperbaiki cara kerja dan pengalaman.”
Andreas Mustofa, Fasilitator Sekolah Neon Uji

Kebutuhan tersebut menjadi semakin relevan seiring meningkatnya pemanfaatan teknologi dalam kegiatan pembelajaran dan administrasi sekolah. Sistem asesmen diharapkan tidak hanya membantu pelaksanaan ujian, tetapi juga mendukung sekolah dalam memperoleh informasi hasil belajar secara lebih efisien dan memanfaatkannya untuk proses evaluasi akademik.

Wawancara pasca kegiatan dengan sejumlah peserta turut memberikan gambaran mengenai kondisi digitalisasi asesmen di tingkat sekolah.

Kepala Sekolah SMP IT Baitussalam Prambanan, misalnya, menyampaikan bahwa proses asesmen di sekolahnya telah mulai dilakukan secara digital, meskipun penggunaannya masih didominasi aplikasi seperti Google Forms.

Sekolah juga melihat kebutuhan terhadap asesmen yang tidak hanya mengukur aspek kognitif, tetapi dapat mendukung pengembangan kemampuan metakognitif siswa.

Selain pengembangan fungsi asesmen, akses terhadap perangkat digital menjadi perhatian lain. Sekolah berharap solusi asesmen digital tetap dapat mengakomodasi kondisi institusi yang memiliki keterbatasan laptop, komputer, maupun perangkat pendukung lainnya.

Perspektif tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan transformasi asesmen digital tidak hanya berkaitan dengan pemilihan teknologi, tetapi juga dengan bagaimana solusi digital dapat disesuaikan dengan proses kerja, kebutuhan pembelajaran, dan kesiapan infrastruktur masing-masing sekolah.

Sekolah Membutuhkan Ekosistem Asesmen yang Lebih Cepat dan Responsif

Workshop ini tidak hanya memaparkan pentingnya transformasi asesmen digital. Namun juga menyoroti kompleksitas tantangan yang dihadapi sekolah dalam menyediakan sistem evaluasi pembelajaran yang lebih efektif.

Dea Dimyathi Agus Putri, S.Pd., Gr., Kepala Sekolah SMP Global Islamic School 3 juga menyampaikan keresahan sekolah tentang kebutuhan transformasi asesmen digital. Menurutnya, digitalisasi di sekolah saat ini masih banyak memanfaatkan ekosistem Google Workspace, mulai dari pembelajaran, asesmen, hingga pengelolaan dokumen. Namun, kebutuhan sekolah terus berkembang, terutama terhadap sistem asesmen yang dapat disiapkan dengan lebih cepat dan mampu memberikan hasil secara lebih responsif kepada siswa maupun orang tua.

Pemaparan Dea sebagai Kepala Sekolah mewakili beberapa masalah serupa pemangku kebijakan di sekolah akan transformasi digital.

Seharusnya, asesmen digital tidak berhenti pada perpindahan aktivitas dari kertas ke perangkat digital. Sekolah membutuhkan sistem yang saling terintegrasi untuk membantu proses evaluasi menjadi lebih terstruktur. Mulai dari persiapan asesmen, pelaksanaan asesmen, penilaian, dan evaluasi hasil. Informasi yang akurat dan terstruktur membantu sekolah dalam merumuskan keputusan yang tepat untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran

Menilik Neon Uji sebagai platform asesmen sekolah, Dea melihat bahwa fitur-fitur yang ditawarkan relevan dengan kebutuhan sekolah dalam mengembangkan sistem asesmen digital yang lebih efektif.

Belajar dari Praktik Implementasi di Sekolah

Selain pembahasan mengenai asesmen digital, kegiatan turut menghadirkan sesi berbagi praktik dari sejumlah sekolah terpilih. Sesi ini menjadi ruang bagi para peserta untuk mempelajari berbagai strategi pengelolaan sekolah, inovasi pembelajaran, serta pengalaman dalam menghadapi tantangan pendidikan di lingkungan masing-masing. Diskusi yang berlangsung juga mendorong kolaborasi antarsekolah dalam menemukan solusi yang relevan sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing satuan pendidikan.

SMP Muhammadiyah 1 Depok, melalui Abidin Fuadi Nugroho, M.S.I., membagikan praktik terkait Digitalisasi Pembelajaran. Sementara itu, SMP IT Baitussalam Prambanan melalui Ustaz Hasan Riyadi, S.Pd. membahas Penguatan Literasi STEM melalui Kegiatan Kokurikuler.

Perspektif mengenai penerapan STEM dalam proses pembelajaran juga disampaikan oleh SMP Islam Al Azhar 26 Yogyakarta oleh Fajar Arif Herjayanto, M.Pd., dengan pembahasan mengenai Implementasi STEM dalam Pembelajaran Intrakurikuler

Sesi tersebut memperlihatkan bahwa transformasi pendidikan dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan, mulai dari pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran hingga integrasi STEM ke dalam kegiatan intrakurikuler maupun kokurikuler.

Neon Uji, Membuka Ruang Kolaborasi dengan Sekolah

Kehadiran Neon Uji dalam Workshop Percepatan Tumbuh Kembang Sekolah membuka ruang dialog bersama pimpinan sekolah untuk memahami berbagai kebutuhan dan tantangan dalam pengembangan sistem asesmen yang lebih efektif.

Interaksi selama kegiatan juga memberikan masukan mengenai tingkat kesiapan sekolah dalam proses digitalisasi, bagaimana pola penggunaan teknologi yang telah berjalan. Selain itu juga mengetahui adanya dinamika & karakteristik masing-masing institusi pendidikan.

Neon Uji akan terus berkomitmen untuk terus mendukung institusi pendidikan dalam mengembangkan proses asesmen yang lebih terstruktur, terukur, dan berbasis data. Seluruh upaya ini dilakukan agar hasil asesmen tidak hanya menjadi catatan nilai akhir. Namun dapat menjadi sumber informasi dalam menentukan tindak lanjut sistem belajar yang lebih tepat.

Neon Uji membuka ruang kolaborasi bagi sekolah maupun institusi pendidikan yang ingin mengembangkan transformasi digital secara bertahap sesuai kondisi & kebutuhan sekolah.

Neon Uji hadir sebagai salah satu pilihan bagi sekolah dan institusi pendidikan dalam mendukung pengembangan asesmen digital. Informasi lebih lanjut mengenai platform dan layanan Neon Uji dapat ditemukan melalui situs resmi Neon Uji, Instagram @neonuji, atau dengan menghubungi tim Neon Uji melalui WhatsApp.

Tentang Neon Uji

Neon Uji merupakan platform yang menjadi solusi pengelolaan asesmen digital dari PT Vortex Buana Edumedia. Neon Uji dirancang untuk membantu institusi pendidikan mengelola proses evaluasi pembelajaran secara lebih efektif, terukur, dan berbasis data.

Neon Uji mendukung kebutuhan sekolah mulai dari pengelolaan soal, pelaksanaan ujian, hingga evaluasi dan analisis hasil sehingga proses asesmen dapat dikelola secara lebih terstruktur sesuai kebutuhan institusi pendidikan.