Tips Membuat Kisi-Kisi Soal TKA SMA 2026 Terbaru

|

MARKETING NEON UJI

Agar persiapan TKA SMA berjalan lebih optimal, siswa perlu mendapatkan latihan soal yang sesuai dengan kompetensi dan materi yang akan diujikan. Di sinilah kisi-kisi soal TKA memiliki peran penting. Kisi-kisi dapat menjadi acuan bagi guru dalam menyusun soal yang relevan, sekaligus membantu memastikan materi yang dilatihkan tetap sesuai dengan kompetensi yang perlu dikuasai siswa.

Sebagai guru, mempersiapkan soal untuk Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMA bukan hanya tentang menyusun pertanyaan berdasarkan materi yang sudah diajarkan. Guru juga perlu memastikan setiap soal memiliki tujuan yang jelas, sesuai dengan kompetensi yang ingin diukur, serta memiliki karakteristik dan tingkat kognitif yang tepat.

Karena itu, sebelum mulai menyusun soal, guru perlu membuat kisi-kisi sebagai pedoman. Kisi-kisi membantu guru memetakan materi, kompetensi, indikator, level kognitif, hingga bentuk soal yang akan digunakan. Dengan perencanaan ini, soal yang dibuat tidak hanya sesuai dengan materi, tetapi juga dapat mengukur kemampuan siswa secara lebih tepat.

Namun, menyusun kisi-kisi soal TKA SMA membutuhkan ketelitian, terutama ketika guru harus memastikan setiap komponen saling berkaitan. Lalu, bagaimana cara membuat kisi-kisi soal TKA SMA 2026 yang tepat dan dapat menjadi dasar penyusunan soal?

Simak panduan dan tips lengkapnya berikut ini.

Soal TKA SMA Harus Masuk dalam Kategori HOTS

TKA merupakan asesmen yang masih tergolong baru bagi banyak guru. Karena itu, wajar jika dalam proses persiapannya masih muncul berbagai pertanyaan, mulai dari materi apa yang perlu ditekankan, seperti apa karakter soal yang akan diberikan, hingga bagaimana pembelajaran dan latihan soal sebaiknya disiapkan untuk siswa.

Kondisi tersebut membuat guru perlu memahami karakteristik TKA sebelum mulai menyusun latihan maupun soal. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah kemampuan yang ingin diukur. TKA tidak hanya diarahkan untuk menguji kemampuan siswa dalam mengingat materi, tetapi juga perlu memberikan ruang untuk mengukur kemampuan berpikir dan bernalar dalam menyelesaikan permasalahan.

Sebelum lanjut menjelaskan apa saja tips membuat kisi-kisi soal TKA SMA, ada baiknya untuk Anda mengetahui terlebih dahulu syarat utama dari pembuatan soal TKA. Soal TKA yang dibuat harus masuk ke dalam kategori HOTS (Higher Order Thinking Skills).

Soal yang masuk ke dalam kategori HOTS adalah soal yang tidak hanya menguji hafalan siswa, tetapi juga menguji kemampuan menganalisis masalah, menilai situasi, dan pencarian solusi dari siswa.

Soal kategori HOTS harus disusun berdasarkan banyak komponen penting, seperti:

  • Mata pelajaran, yaitu bidang yang menjadi dasar penyusunan soal.

  • Capaian kompetensi, yaitu kemampuan yang ingin diukur melalui asesmen.

  • Materi, pokok bahasan yang menjadi dasar soal.

  • Indikator soal. Komponen ini berfungsi sebagai gambaran kemampuan yang harus ditunjukkan siswa.

  • Level kognitif, yaitu tingkat kemampuan berpikir yang dibutuhkan untuk menjawab soal. 

  • Bentuk soal, misalnya pilihan ganda biasa atau pilihan ganda kompleks sesuai kebutuhan asesmen.

  • Jumlah soal, yaitu banyaknya soal yang dialokasikan untuk setiap materi atau kompetensi.

  • Nomor soal, yaitu penempatan soal dalam paket ujian.

Tips Membuat Kisi-Kisi Soal TKA SMA 2026

Memahami apa saja komponen penting dalam soal TKA di atas tentu akan memudahkan Anda membuatnya. Prosesnya bahkan akan jauh lebih mudah jika Anda membuatnya dengan mengikuti beberapa tips di bawah ini:

1. Pahami Cakupan Materi yang Diujikan

Tips pertama yang bisa Anda terapkan adalah dengan memahami terlebih dahulu materi yang diujikan. Pemahaman seperti ini akan membantu Anda membuat soal yang tidak keluar dari tujuan asesmen yang telah ditetapkan.

2. Tentukan Kompetensi yang Akan Diukur

Tips kedua adalah dengan menentukan kompetensi yang ingin diukur. Penentuan kompetensi ini harus dilakukan untuk setiap soal yang akan diujikan

3. Susun Indikator Soal yang Jelas dan Terukur

Berikutnya adalah dengan menyusun indikator soal. Indikator soal ini harus disusun dengan jelas dan spesifik. Tujuannya agar indikator dapat menjadi pedoman pembuatan soal yang memenuhi kriteria HOTS serta memudahkan proses koreksi.

4. Sesuaikan Level Kognitif

Selanjutnya, soal yang dikreasikan harus dapat menyesuaikan level kognitif siswa. Kemampuan kognitif yang dimaksud meliputi pemahaman, penerapan, analisis, dan penalaran sesuai karakteristik materi.

5. Pastikan Proporsi Materi Seimbang

Jangan sampai satu materi mendapatkan porsi soal yang terlalu banyak sementara materi lain hanya mendapat sedikit soal. Proporsi yang seimbang membantu memberikan gambaran kemampuan siswa secara lebih menyeluruh.

6. Libatkan Tim Review

Kisi-kisi sebaiknya tidak hanya diperiksa oleh satu orang. Libatkan guru atau tim penyusun lain untuk memastikan materi, indikator, dan level kognitif sudah sesuai sebelum digunakan sebagai dasar pembuatan soal.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Membuat Kisi-Kisi

Membaca tips di atas mungkin membuat Anda berpikir bahwa membuat kisi-kisi soal TKA SMA  itu mudah. Apa yang Anda pikirkan itu tidak salah, tetapi bukan berarti proses pembuatan kisi-kisi soal TKA ini akan mudah 100%.

Dalam prosesnya, kebanyakan guru sering kali terjebak dalam berbagai kesalahan umum yang memiliki dampak fatal pada kualitas soal yang diujikan. Kesalahan umum yang dimaksud seperti:

  • Indikator terlalu umum, sehingga sulit dijadikan pedoman penyusunan soal.

  • Materi tidak proporsional, karena distribusi soal tidak mempertimbangkan cakupan kompetensi.

  • Tidak sesuai tujuan asesmen, sehingga soal yang dibuat tidak benar-benar mengukur kompetensi yang ditargetkan.

  • Level kognitif tidak seimbang, karena soal terlalu berfokus pada satu tingkat kemampuan berpikir.

  • Soal tidak mengacu pada indikator, sehingga terdapat ketidaksesuaian antara kisi-kisi dan soal yang dihasilkan.

Contoh Format Kisi-Kisi TKA SMA

Berikut ini adalah contoh format kisi-kisi TKA SMA yang dapat Anda tiru dan modifikasi:

Materi

Kompetensi

Indikator

Level Kognitif

Bentuk Soal

Aljabar

Menganalisis hubungan antarvariabel

Siswa mampu menganalisis informasi yang tersedia

Analisis

Pilihan ganda

Geometri

Menerapkan konsep pengukuran

Siswa mampu menentukan solusi berdasarkan kondisi yang dihadapi

Aplikasi

Pilihan ganda kompleks

Statistika

Menganalisis data

Siswa mampu menarik kesimpulan dari data yang diberikan

Analisis

Pilihan ganda

Format di atas tentu saja masih harus disesuaikan dengan kebutuhan asesmen sekolah.

Setelah Kisi-Kisi Disusun, Kelola Soal TKA dengan Lebih Efisien

Membuat kisi-kisi merupakan tahap awal dalam proses penyusunan soal TKA SMA. Setelah kisi-kisi selesai, guru masih perlu menerjemahkannya menjadi soal, menyimpan soal dalam bank soal, menyusun paket ujian, hingga mengelola hasil asesmen. Jika jumlah soal yang dibuat semakin banyak, proses tersebut tentu dapat menjadi pekerjaan administratif yang cukup menyita waktu.

Pada tahap inilah platform digital dapat membantu pekerjaan guru. Platform digital tidak menggantikan peran guru dalam menentukan materi, kompetensi, indikator, maupun menyusun kisi-kisi. Sebaliknya, platform membantu mengelola soal yang telah dibuat agar lebih mudah digunakan kembali dan diintegrasikan ke dalam pelaksanaan ujian.

Salah satu platform yang dapat digunakan sekolah adalah Neon Uji. Melalui platform bank soal digital ini, guru dan sekolah dapat mengelola berbagai kebutuhan asesmen, mulai dari:

  • Menyimpan dan mengelola bank soal secara terstruktur.

  • Mengelompokkan soal sesuai materi atau kebutuhan asesmen.

  • Menyusun berbagai paket soal dari bank soal.

  • Melaksanakan ujian berbasis CBT.

  • Melihat dan menganalisis hasil ujian.

Dengan demikian, guru tetap memegang kendali dalam proses penyusunan kisi-kisi dan soal, sementara Neon Uji membantu membuat proses pengelolaan dan pelaksanaan asesmen setelahnya menjadi lebih praktis dan efisien.

Kelola Kisi-Kisi, Bank Soal, dan Ujian Sekolah Lebih Mudah Bersama Neon Uji

Memilih bank soal digital untuk kebutuhan TKA SMA tidak cukup hanya dengan melihat jumlah soal yang tersedia. Guru dan sekolah juga perlu memperhatikan kualitas soal, proses penyusunannya, serta kesesuaiannya dengan kompetensi yang ingin diukur. Bank soal yang baik seharusnya dapat membantu guru mengelola soal berdasarkan materi dan kebutuhan asesmen, bukan sekadar menjadi tempat penyimpanan soal.

Salah satu platform yang dapat digunakan untuk mendukung proses tersebut adalah Neon Uji. Platform ini dapat membantu sekolah mengelola soal yang telah disusun berdasarkan kisi-kisi hingga digunakan dalam pelaksanaan ujian. Beberapa alasan Neon Uji dapat menjadi pilihan untuk mendukung kebutuhan asesmen sekolah antara lain:

Bank Soal TKA Dikembangkan Bersama Neutron Yogyakarta

Neon Uji dikembangkan bersama Neutron Yogyakarta, lembaga pendidikan yang telah berdiri sejak 1993 dan berpengalaman dalam mendampingi siswa menghadapi berbagai kebutuhan pembelajaran dan ujian akademik.

Soal Melalui Proses Review Tim Litbang

Soal yang tersedia di Neon Uji melalui proses penyusunan, review, dan validasi oleh Tim Litbang Neutron. Proses tersebut dilakukan untuk membantu menjaga kualitas soal serta memastikan soal tetap relevan dengan kebutuhan pembelajaran dan asesmen.

Bank Soal Siap Digunakan untuk Berbagai Kebutuhan

Neon Uji menyediakan lebih dari 5.000 soal yang dapat dikelola sesuai kebutuhan sekolah. Guru dapat mengelompokkan soal berdasarkan materi, melakukan randomisasi, menyusun paket ujian, mengimpor soal, hingga melaksanakan ujian melalui CBT.

Setelah ujian selesai, sekolah juga dapat memanfaatkan fitur analisis hasil untuk melihat hasil pengerjaan siswa. Dengan demikian, kisi-kisi yang telah dibuat guru tidak berhenti sebagai dokumen perencanaan, tetapi dapat dilanjutkan menjadi soal, dikelola dalam bank soal, digunakan dalam asesmen, dan dievaluasi hasilnya melalui satu platform.

Kesimpulan

Membuat kisi-kisi soal TKA SMA 2026 menjadi salah satu tahap penting yang perlu dipersiapkan guru sebelum menyusun soal. Kisi-kisi membantu guru memetakan materi, kompetensi, indikator, level kognitif, hingga bentuk soal agar setiap soal yang dibuat memiliki tujuan yang jelas dan sesuai dengan karakteristik asesmen.

Namun, pekerjaan guru tidak berhenti setelah kisi-kisi selesai dibuat. Kisi-kisi tersebut masih perlu diterjemahkan menjadi soal, dikelola dalam bank soal, digunakan untuk pelaksanaan ujian, hingga dianalisis hasilnya. Semakin banyak soal yang dimiliki sekolah, semakin penting pula sistem pengelolaan yang dapat membantu guru menghemat waktu dan tenaga.

Neon Uji dapat membantu sekolah dalam proses tersebut melalui bank soal digital, pengelolaan paket soal, pelaksanaan CBT, hingga analisis hasil ujian. Dengan begitu, guru dapat tetap fokus pada penyusunan materi dan asesmen, sementara proses pengelolaan soal dan ujian dapat dilakukan dengan lebih praktis.

Ingin melihat bagaimana Neon Uji dapat membantu sekolah mengelola bank soal dan pelaksanaan ujian TKA SMA? Jadwalkan demo atau coba langsung secara gratis selama 30 hari tanpa komitmen.

Jadwalkan Demo Neon Uji via WhatsApp

Daftar Trial Gratis 30 Hari Tanpa Komitmen