Release Notes, March 2026: Week 3

|

TIM NEON UJI

Pada minggu ketiga bulan Maret 2026, kami merilis pembaruan fitur terbaru di Neon Uji.

  1. Livecam Camera Proctor

    Kami baru saja merilis fitur terbaru pada platform Neon Uji: Livecam Camera Proctor. Fitur ini mengaktifkan kamera perangkat Anda secara otomatis selama sesi ujian berlangsung.

    Apa yang baru?
    • Tampilan Livecam Langsung di Halaman Ujian: Kamera peserta kini ditampilkan secara real-time dalam jendela kecil (picture-in-picture) di sudut layar selama ujian berlangsung. Peserta dapat melihat pratinjau kamera mereka sendiri, sehingga mengetahui bahwa mereka sedang diawasi.

    • Deteksi Wajah Otomatis: Sistem secara otomatis mendeteksi kehadiran wajah peserta di depan kamera. Jika wajah tidak terdeteksi dalam jangka waktu tertentu, sistem akan memberikan peringatan kepada peserta dan mencatat kejadian tersebut untuk ditinjau oleh pengawas.

    • Notifikasi dan Peringatan Langsung: Sistem secara otomatis mendeteksi kehadiran wajah peserta di depan kamera. Jika wajah tidak terdeteksi, sistem akan memberikan peringatan kepada peserta dan mencatat kejadian tersebut untuk ditinjau oleh Fasilitator atau Pengajar.

    Mengapa ini Penting?
    • Mendorong Kejujuran dan sportivitas: Peserta merasa diperlakukan secara adil karena semua diawasi dengan standar yang sama.

    • Memantau Banyak Peserta Sekaligus: Tanpa harus hadir secara fisik Fasilitator atau Pengajar dapat menghemat waktu dan tenaga untuk mengawasi pengerjaan Ujian Peserta.

    • Bukti Laporan yang Sah untuk Keperluan Audit: Laporan otomatis memudahkan evaluasi pasca-ujian.

    • Meningkatkan Kredibilitas Hasil Ujian: Nilai yang diperoleh mencerminkan kemampuan sesungguhnya peserta.


  2. Pengaturan Kuis Wajib dan Kuis Opsional

    Kami baru saja merilis fitur terbaru pada platform Neon Uji: Pengaturan Kuis Wajib & Kuis Opsional - fitur baru bagi Fasilitator atau Pengajar untuk menentukan kuis mana yang wajib dikerjakan oleh seluruh peserta, dan kuis mana yang bersifat opsional sehingga peserta bebas memilih sesuai kebutuhan dan minat mereka.

    Apa yang baru?
    • Penentuan Status Kuis Wajib atau Opsional: Fasilitator atau Pengajar kini dapat menentukan status setiap kuis secara individual langsung dari pengaturan koleksi. Pilih Kuis Wajib yang harus dikerjakan oleh Siswa dan juga Kuis Opsional yang bisa dipilih oleh Siswa untuk dikerjakan.

    • Pengaturan Batas Minimum Kuis Opsional yang Harus Dikerjakan: Untuk kuis opsional, Fasilitator atau Pengajar dapat menetapkan jumlah minimum kuis yang harus dipilih oleh peserta. Misalnya: "Peserta wajib mengerjakan minimal 2 dari 5 kuis opsional yang tersedia." Jika minimum belum terpenuhi, peserta tidak dapat mulai mengerjakan Ujian.

    • Pengaturan Kuis Opsional dengan Kuota Maksimum: Selain minimum, Fasilitator atau Pengajar juga dapat menetapkan batas maksimum kuis opsional yang boleh dikerjakan oleh satu peserta. Fitur ini berguna untuk ujian dengan bobot nilai terbatas atau untuk memastikan peserta tidak menghabiskan waktu berlebih pada kuis pilihan.


  3. Pengerjaan Kuis Wajib dan Kuis Opsional

    Kami dengan bangga memperkenalkan pengalaman pengerjaan kuis terbaru yaitu: Kuis Wajib & Kuis Opsional. Kini peserta memilih Kuis Opsional yang ingin dikerjakan sesuai kebutuhan dan minat. Ujian menjadi lebih terarah, personal, dan efisien.

    Apa yang baru?
    • Pilihan Interaktif untuk Kuis Opsional: Peserta dapat memilih sendiri Kuis Opsional yang ingin dikerjakan sesuai dengan kebutuhan dan minat.

    • Indikator Minimum Kuis Opsional yang Harus Dipilih: Peserta akan melihat indikator minimal Kuis Opsional yang harus dikerjakan. Jika pilihan Kuis belum memenuhi minimal kuis maka Ujian tidak akan bisa dikerjakan.

    Mengapa ini Penting?
    • Struktur Ujian Lebih Terorganisir: Fasilitator atau Pengajar dapat merancang ujian dengan komponen inti yang tidak bisa dilewati, sekaligus memberikan ruang eksplorasi ke Peserta melalui kuis opsional. Hasilnya adalah struktur ujian yang lebih bermakna dan terukur.

    • Pengalaman Belajar yang Dipersonalisasi: Peserta tidak lagi dipaksa mengerjakan semua hal yang sama. Kuis opsional memberi kebebasan untuk mendalami topik sesuai minat atau kebutuhan masing-masing individu.

    • Penilaian yang Lebih Adil dan Fleksibel: Kuis wajib memastikan standar minimum kompetensi terpenuhi oleh semua peserta, sementara kuis opsional dapat dijadikan nilai bonus atau pengayaan tanpa memberatkan peserta yang tidak memilihnya.

    • Data Analitik yang Lebih Kaya: Dengan pemisahan jenis kuis, Fasilitator atau Pengajar mendapat wawasan lebih dalam: mana kuis opsional yang paling diminati, topik mana yang sering dihindari, dan bagaimana pola keterlibatan peserta secara keseluruhan.

    • Efisiensi Waktu Pengerjaan: Peserta dapat mengalokasikan waktu lebih efektif - prioritaskan kuis wajib terlebih dahulu, lalu gunakan sisa waktu untuk kuis opsional yang relevan bagi mereka.


  4. Tombol Bantuan Pengerjaan Kuis

    Kami baru saja merilis fitur terbaru pada platform Neon Uji: Tombol Helper di Pengerjaan Kuis, untuk mempermudah Peserta melaporkan Kendala yang terjadi selama proses pengerjaan Kuis.

    Apa yang baru?
    • Tombol Bantuan di Halaman Pengerjaan Kuis: Kini tersedia tombol bantuan (helper) yang dapat diakses langsung saat Peserta mengerjakan kuis. Peserta tidak perlu keluar dari halaman ujian untuk mendapatkan bantuan.

    • Fitur Laporkan Kendala: Siswa dapat langsung melaporkan kendala yang dialami selama mengerjakan kuis melalui tombol bantuan.

    • Tampilan Bantuan yang Ringkas dan Mudah Dipahami: Informasi disajikan secara singkat agar tidak mengganggu fokus Peserta saat mengerjakan soal.

    • Dapat Diakses Kapan Saja Selama Kuis: Tombol bantuan selalu tersedia selama kuis berlangsung dan dapat dibuka atau ditutup sesuai kebutuhan.

    Mengapa ini Penting?
    • Membantu Siswa Saat Mengalami Kebingungan: Peserta dapat langsung mendapatkan panduan tanpa harus keluar dari halaman ujian setelah melaporkan kendala yang terjadi.

    • Mengurangi Gangguan Saat Ujian Berlangsung: Tidak perlu bertanya ke Fasilitator atau Pengajar atau keluar dari sistem untuk mencari bantuan.

    • Mempercepat Penyelesaian Masalah: Dengan adanya fitur laporan kendala, masalah dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti.

    • Meningkatkan Pengalaman Pengerjaan Kuis: Peserta merasa lebih terbantu dan nyaman saat mengerjakan ujian.