Prioritaskan Persiapan TKA atau UTBK SMA? Ini Tips Strategi Mengajar untuk Guru

|

TEAM NEON UJI

Tahun ajaran baru sebentar lagi akan dimulai untuk SMA/Sederajat. Menjelang tahun ajaran baru tersebut, ada banyak guru SMA yang mungkin kebingungan dalam menyusun rencana pembelajaran yang tepat agar siswa dapat menghadapi berbagai bentuk asesmen dan seleksi akademik.

Satu dari sekian banyak pertanyaan yang mungkin muncul dari benak para guru mungkin adalah “Manakah yang lebih baik diprioritaskan dalam rencana pembelajaran, TKA atau UTBK?”

Keduanya memiliki perbedaan yang sangat mencolok. Dimulai dari tujuan, jadwal, dan pastinya strategi persiapan yang diperlukan.

TKA (Tes Kemampuan Akademik) ditujukan untuk melihat capaian akademik siswa melalui asesmen terstandar. Sedangkan UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer) adalah salah satu tes Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) untuk masuk perguruan tinggi.

UTBK 2026 dilaksanakan pada tanggal 21 - 30 April kemarin. Sedangkan untuk TKA SMA 2026 baru akan dimulai pelaksanaannya pada 26 Oktober - 8 November nanti.

Di dalam artikel ini, admin akan membantu Anda menjawab manakah yang harus diprioritaskan, TKA atau UTBK? Penasaran? Silakan simak baik-baik artikel ini ya!

Apa Perbedaan TKA dan UTBK?

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, TKA adalah asesmen yang digunakan untuk mengetahui capaian akademik siswa. Di tingkatan SMA/sederajat, TKA dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan pendidikan, salah satunya adalah sebagai komponen yang dipertimbangkan dalam jalur prestasi seperti SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi) sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara UTBK adalah tes yang diterapkan dalam SNBT masuk perguruan tinggi negeri. Hasil dari UTBK ini juga dapat dijadikan sebagai portofolio program studi seni atau olahraga.

Berikut ini adalah tabel perbedaan sederhana untuk TKA dan UTBK:

Aspek

TKA

UTBK

Fokus Utama

Capaian akademik siswa dan informasi akademik untuk jalur SNBP

Seleksi masuk SNBT

Sasaran Utama

Siswa pada jenjang sekolah tertentu

Calon mahasiswa peserta SNBT

Kebutuhan Guru

Peta pencapaian akademik dan kesiapan siswa

Membantu siswa yang menargetkan PTN melalui SNBT

Bentuk Persiapan

Simulasi, latihan materi, dan evaluasi hasil belajar.

Try out, latihan penalaran, dan lain-lain.

Peran Sekolah

Menyiapkan data peserta, perangkat, simulasi, dan pendampingan

Memberikan bimbingan, try out, dan strategi seleksi materi yang relevan dengan jurusan kuliah.

Meskipun berbeda, TKA dan UTBK bukanlah dua model ujian yang saling menggantikan.

Mengapa Guru SMA Tidak Perlu Memilih Salah Satu Secara Mutlak?

Tidak sedikit guru yang beranggapan bahwa persiapan TKA dan UTBK memerlukan persiapan terpisah, artinya ketika siswa memutuskan untuk fokus pada TKA maka ia harus mengorbankan fokusnya pada persiapan UTBK. Begitu juga sebaliknya.

Anggapan ini jelas kurang tepat. Kedua agenda ini justru dapat saling melengkapi apabila memang direncanakan dengan baik. Bagian paling penting yang harus dipastikan sebelum memulai persiapan ujian adalah bertanya tentang tujuan siswa itu sendiri.

Apabila siswa ingin dapat masuk PTN melalui SNBT, UTBK jelas membutuhkan perhatian khusus. Sedangkan untuk siswa yang ingin masuk PTN jalur prestasi seperti SNBP, TKA jelas membutuhkan perhatian khusus.

Selain tujuan, berikut adalah beberapa poin pertimbangan yang harus dapat dipikirkan guru terhadap siswanya:

  • Apakah siswa membutuhkan penguatan materi akademik?

  • Apakah sekolah sedang memasuki masa simulasi TKA?

  • Apakah jadwal UTBK masih berlangsung atau sudah selesai?

  • Apakah siswa membutuhkan latihan berbasis CBT?

  • Apakah sekolah perlu mengevaluasi capaian akademik secara menyeluruh?

Kapan Guru Perlu Memprioritaskan UTBK?

Persiapan UTBK untuk siswa SMA sebaiknya menjadi prioritas utama sekolah terutama saat memasuki periode pendaftaran dan pelaksanaan SNBT. Di masa persiapan inilah, siswa membutuhkan latihan intensif, terstruktur, efektif, dan efisien agar dapat memahami persaingan masuk jurusan tertentu di perguruan tinggi favoritnya.

Bila perlu, sekolah dapat memberikan tugas pendampingan khusus dari guru kepada siswa yang ingin mengikuti UTBK. Pendampingan dapat diberikan apabila:

  • Siswa membutuhkan latihan soal penalaran.

  • Siswa memerlukan strategi memilih program studi yang sesuai dengan minat dan kemampuannya.

  • Siswa membutuhkan try out dan pembahasan secara berkala.

Perlu diingat bahwa soal yang diujikan dalam sistem UTBK lebih menekankan kemampuan penalaran, literasi, numerasi, serta manajemen waktu yang baik. Oleh sebab itu, metode mengulang materi saja tidak akan cukup.

Siswa perlu diajak untuk terus mau berlatih soal secara rutin dan mengevaluasi hasilnya.

Bagaimana Guru SMA Menyusun Jadwal Latihan TKA dan UTBK?

Aspek penting yang harus ada ketika mendampingi siswa dalam persiapan TKA dan UTBK, adalah memastikan proses belajar siswa konsisten dan berkala. Untuk itu jadwal latihan TKA dan UTBK diperlukan.

Lantas, bagaimana caranya guru dapat menyusun jadwal latihan TKA dan UTBK yang baik untuk siswanya? Berikut ini adalah beberapa 9 tips dan triknya dimulai dari:

1. Gunakan Kalender Akademik Sebagai Dasar

Langkah pertama adalah dengan menyusun agenda latihan berdasarkan kalender akademik sekolah dan jadwal pelaksanaan TKA maupun UTBK. Langkah ini dapat membantu guru menyusun jadwal belajar yang tidak mengganggu aktivitas sekolah lainnya.

2. Identifikasi Siswa yang Mengikuti UTBK

Selanjutnya adalah dengan mengidentifikasi siapa saja siswa yang siap mengikuti UTBK. Guru perlu memahami bahwa tidak setiap siswa memiliki tujuan yang sama untuk melanjutkan jenjang pendidikannya. Memahami siapa saja siswa yang memiliki orientasi ke perguruan tinggi akan memudahkan guru merancang jadwal belajar yang lebih tertarget. 

3. Petakan Siswa Berdasarkan Kebutuhan Belajar

Tips ketiga adalah dengan memetakan siswa berdasarkan kebutuhan belajar. Pemetaan seperti wajar dilakukan mengingat setiap siswa pasti memiliki daya pemahaman materi yang berbeda-beda. Siswa yang daya pemahaman materinya lebih tinggi, tentu akan lebih difokuskan pada materi-materi baru yang belum ia kuasai.

4. Adakan Try Out UTBK untuk Siswa Target PTN

Berikutnya adalah dengan mengadakan try out UTBK untuk siswa yang menargetkan diri lolos PTN. Guru dan pihak sekolah pada umumnya harus dapat merancang jadwal try out UTBK secara berkala. Try out ini akan sangat membantu siswa mengenali pola soal, melatih kemampuan penalaran, dan manajemen waktu ujian yang baik.

5. Lakukan Simulasi TKA untuk Seluruh Peserta

Tips kelima adalah dengan mengadakan simulasi TKA. Mirip dengan try out UTBK, hanya saja fokus atau tujuan utamanya adalah membiasakan siswa dengan soal TKA.

6. Gunakan Hasil Latihan Sebagai Dasar Pembahasan Materi

Hasil latihan yang sudah dikerjakan oleh siswa tidak hanya berhenti pada tinggi atau rendahnya nilai yang didapatkan. Siswa yang mendapatkan nilai rendah dapat mempelajari materi apakah yang belum ia kuasai. Sedangkan siswa yang mendapatkan nilai tinggi dapat membantu menjelaskan materi sulit kepada teman-temannya.

7. Pisahkan Latihan Umum dan Latihan Intensif

Tips ketujuh adalah dengan memisahkan latihan umum dan latihan imersif. Latihan umum ditujukan untuk seluruh siswa, sedangkan latihan intensif disesuaikan dengan kemampuan pemahaman materi masing-masing siswa.

8. Manfaatkan Platform CBT

Penggunaan platform CBT akan memudahkan guru mengatur jadwal latihan, mengelola peserta, membagikan soal, hingga melakukan evaluasi hasil secara lebih praktis. Selain meningkatkan efisiensi, siswa juga menjadi lebih terbiasa menghadapi ujian berbasis digital. 

9. Hindari Jadwal Latihan yang Terlalu Padat

Latihan yang terlalu sering justru dapat menurunkan motivasi belajar siswa. Sebaiknya guru memberikan jeda yang cukup agar siswa memiliki waktu untuk mempelajari kembali materi dan mengevaluasi hasil latihan sebelumnya 

9 tips di atas dapat Anda terapkan dengan mudah melalui beberapa fase penting yakni awal semester, menjelang pelaksanaan TKA, setelah TKA, dan menjelang UTBK. Setiap fase ini pastinya memiliki fokus pembelajaran masing-masing. 

Fase

Fokus Guru

Awal semester

Penguatan materi dasar dan pembiasaan ujian berbasis CBT.

Menjelang pelaksanaan TKA

Latihan alur login, pengerjaan soal, serta manajemen waktu.

Setelah TKA

Mengalihkan fokus pembelajaran ke persiapan UTBK-SNBT.

Menjelang UTBK

Try out UTBK secara berkala dan pembahasan soal secara intensif.

Mengapa Simulasi CBT Penting untuk TKA dan UTBK?

Baik TKA dan UTBK sama-sama dijalankan dengan sistem ujian berbasis komputer. Oleh sebab itu, penting bagi siswa untuk tidak hanya menguasai materi yang akan diujiankan, tetapi juga memahami penggunaan komputer untuk ujian yang baik.

Mereka harus memahami mekanisme pelaksanaan ujian melalui komputer, mulai dari login, membuka, membaca, dan menjawab soal sampai akhir. Sederhana, tetapi semakin sering siswa berlatih semakin kecil pula kemungkinan mereka mengalami kesulitan teknis atau rasa gugup saat hari pelaksanaan.

Tidak hanya untuk siswa, simulasi CBT juga dapat memberikan banyak manfaat untuk guru dan sekolah. Berikut ini adalah beberapa manfaat simulasi CBT untuk siswa:

  • Memahami alur login sehingga siswa tidak kebingungan saat masuk ke sistem ujian.

  • Terbiasa membaca soal di layar sehingga proses memahami pertanyaan menjadi lebih cepat.

  • Mengatur waktu pengerjaan agar setiap soal dapat diselesaikan sesuai durasi yang tersedia.

  • Mengurangi rasa gugup karena siswa sudah mengenal tampilan dan alur ujian sebelumnya.

  • Melatih penyelesaian soal sesuai batas waktu sehingga kemampuan manajemen waktu semakin baik.

  • Mengetahui materi yang masih lemah melalui hasil evaluasi setelah simulasi selesai.

Neon Uji sebagai Platform CBT untuk Simulasi TKA dan Try Out UTBK

Setelah mengetahui tentang manfaat besar simulasi CBT untuk siswa, guru, dan sekolah, beberapa dari Anda mungkin penasaran bagaimana cara melakukannya? Apakah Anda harus menunggu simulasi CBT dari pemerintah pusat?

Jawabannya tidak harus. Sekolah Anda dapat melakukan simulasi TKA dan try out UTBK secara mandiri melalui platform CBT khusus. Di sinilah Anda dapat mencoba platform CBT tepercaya, Neon Uji.

Neon Uji adalah platform yang dapat memudahkan sekolah Anda menjalankan simulasi dan try out berbasis CBT secara lebih terstruktur, mulai dari persiapan peserta, pelaksanaan ujian, monitoring pengerjaan, hingga evaluasi hasil.

Ada banyak alasan mengapa Neon Uji dapat menjadi pilihan terbaik untuk sekolah Anda. Satu di antaranya adalah karena fiturnya yang lengkap serta canggih. Berikut adalah beberapa penjelasan fitur-fiturnya:

  • Simulasi Ujian CBT. Sekolah dapat menyelenggarakan simulasi ujian berbasis CBT untuk membiasakan siswa dengan alur ujian digital sebelum pelaksanaan TKA maupun UTBK.

  • Try Out TKA dan UTBK. Guru dapat membuat try out TKA maupun UTBK secara mandiri sebagai bahan latihan sekaligus mengukur kesiapan akademik siswa.

  • AI Proctoring. Fitur AI Proctoring mampu memantau gerakan peserta, mendeteksi aktivitas mencurigakan, serta mendukung pengawasan ujian dengan fitur seperti anti-split screen dan anti-screenshot.

  • Manajemen Peserta & Pengaturan Jadwal. Data peserta ujian dapat dikelola secara terpusat, mulai dari pembagian kelas, sesi ujian, hingga pengaturan hak akses setiap peserta.

  • Bank Soal Digital. Guru dapat menyimpan, mengelompokkan, dan menggunakan kembali kumpulan soal digital sehingga proses penyusunan latihan menjadi lebih efisien.

  • Token Ujian. Sistem token membantu memastikan hanya peserta yang berhak dapat mengakses ujian pada waktu yang telah ditentukan.

  • Randomisasi Soal. Urutan soal maupun pilihan jawaban dapat diacak secara otomatis untuk mengurangi peluang terjadinya kecurangan antar peserta.

  • Monitoring Peserta. Guru dan pengawas dapat memantau aktivitas peserta selama ujian berlangsung secara real-time sehingga pelaksanaan ujian lebih mudah diawasi.

  • Rekap Nilai Otomatis. Hasil ujian diproses secara otomatis sehingga guru dapat memperoleh nilai peserta dengan lebih cepat tanpa proses koreksi manual.

  • Laporan Hasil Ujian. Sistem menyajikan laporan hasil ujian dalam bentuk yang mudah dipahami untuk membantu proses evaluasi pembelajaran.

  • Personalisasi Pelaksanaan Ujian Sekolah. Sekolah dapat menyesuaikan berbagai pengaturan ujian, mulai dari tampilan, aturan pelaksanaan, hingga mekanisme pengerjaan sesuai kebutuhan dan kebijakan yang diterapkan.

Kesimpulan

Inilah penjelasan lengkap tentang mana yang lebih baik untuk diprioritaskan bagi guru SMA, antara persiapan TKA atau UTBK? Jawabannya, guru tidak perlu memandang persiapan TKA dan UTBK sebagai dua agenda yang bertentangan.

Meskipun memiliki tujuan yang berbeda, keduanya sama-sama penting untuk masa depan siswa. UTBK 2027 adalah prioritas siswa yang ingin masuk perguruan tinggi melalui jalur SNBT, sedangkan TKA SMA 2026 adalah ditujukan untuk menilai capaian akademik siswa dan menjadi salah satu komponen penilaian seleksi PTN jalur SNBP.

Agar persiapan TKA maupun UTBK maksimal, sekolah dapat mengadakan simulasi TKA atau try out UTBK secara rutin melalui platform CBT Neon Uji. Platform ini menyediakan banyak fitur lengkap, mulai dari fitur monitoring peserta, token ujian, randomisasi soal, hingga rekap nilai otomatis.

Setiap sekolah memiliki kebutuhan pelaksanaan ujian yang berbeda. Untuk membantu Anda menemukan solusi yang tepat, Neon Uji menyediakan kesempatan uji coba gratis selama 1 bulan tanpa komitmen.

[Mulai Uji Coba Gratis 1 Bulan]

Anda juga dapat berdiskusi langsung dengan tim Neon Uji melalui sesi konsultasi dan demo produk khusus untuk sekolah.

[Konsultasikan Kebutuhan Sekolah via WhatsApp]