Membuat Soal TKA SMP dengan Prompt AI atau Bank Soal Digital, Mana yang Lebih Baik?
|
MARKETING NEON UJI

Menyusun soal Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMP bukan lagi sekadar membuat kumpulan pertanyaan sesuai materi pelajaran. Soal yang disusun perlu mengukur kemampuan berpikir siswa, memiliki tingkat kesulitan yang proporsional, serta relevan dengan kompetensi yang diharapkan muncul dalam pelaksanaan TKA. Karena itu, proses penyusunannya membutuhkan waktu, ketelitian, dan pemahaman yang baik terhadap karakteristik soal.
Seiring berkembangnya teknologi, kini guru memiliki lebih banyak pilihan untuk membantu proses tersebut. Salah satu yang paling banyak digunakan adalah prompt AI yang mampu menghasilkan soal dalam hitungan detik. Di sisi lain, tersedia pula bank soal digital yang berisi kumpulan soal siap pakai dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran maupun persiapan TKA SMP.
Masing-masing solusi menawarkan keunggulan yang berbeda. Prompt AI unggul dari sisi kecepatan dan fleksibilitas karena pengguna dapat membuat soal berdasarkan instruksi tertentu. Sementara itu, bank soal digital menawarkan soal yang telah disusun secara sistematis sehingga lebih praktis digunakan untuk latihan, ulangan, hingga simulasi TKA.
Lalu, mana yang lebih baik untuk menyusun soal TKA SMP: menggunakan prompt AI atau memanfaatkan bank soal digital? Artikel ini akan membahas kelebihan dan kekurangan masing-masing pilihan agar Anda dapat menentukan solusi yang paling sesuai dengan kebutuhan sekolah maupun proses pembelajaran.
4 Alasan Mengapa Banyak Guru Menggunakan Prompt AI untuk Membuat Soal TKA
Tidak dapat dipungkiri bahwa AI menawarkan kemudahan yang sulit untuk ditolak. Hadirnya AI membantu guru untuk menghemat lebih banyak waktu dalam mengurus kegiatan administratif, termasuk menyusun soal.
AI secara tidak langsung membantu guru untuk fokus pada rancangan strategi pembelajaran yang lebih efektif. Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa banyak guru mulai memanfaatkan AI untuk membuat soal:
AI menawarkan kecepatan. Guru tidak perlu lagi membaca materi tertentu serta menuliskan soal sesuai dengan materi tersebut.
Ide soal lebih mudah ditemukan. AI dapat membantu guru mendapatkan jutaan contoh soal dari berbagai mata pelajaran.
Variasi soal mudah didapatkan. Soal pilihan ganda, uraian, studi kasus, maupun soal dengan kriteria HOTS, bisa didapatkan guru dalam hitungan detik.
Menghemat banyak waktu. Tugas guru dalam penyusunan soal TKA lebih kepada peninjauan dan penyempurnaan.
Soal Hasil AI Tidak Dapat Dijamin Kualitasnya!
Berbagai keunggulan AI di atas tentu saja sayang jika tidak dimanfaatkan. Masalahnya, AI seperti ChatGPT hanyalah mesin pintar yang sangat bergantung pada data yang diinputkan.
Selain itu, hasil yang didapatkan juga tidak bisa dikatakan berkualitas apabila penilainya bukanlah orang yang ahli. Soal TKA yang berkualitas tetap memerlukan proses penyusunan serta validasi yang sistematis serta komprehensif.
Berikut ini adalah empat alasan mengapa soal TKA hasil AI tidak dapat langsung dipercaya:
AI tidak dapat mengetahui kebutuhan sekolah. Setiap sekolah memiliki karakteristik siswa, target pembelajaran, dan kebijakan akademik yang berbeda-beda.
Soal yang didapatkan dari AI belum tentu sesuai dengan kisi-kisi TKA terbaru. AI memerlukan waktu serta ruang memori yang besar sebelum dapat memahami soal yang sesuai dengan kisi-kisi TKA terbaru.
Kualitas soal yang tidak selalu konsisten. AI memang dapat menghasilkan ribuan soal, tetapi dari ribuan soal tersebut, kualitasnya sering kali tidak terjaga dan bahkan beberapa soal masuk ke dalam kategori kurang relevan.

Sistem Pengelolaan Ujian Lebih Dibutuhkan Sekolah
Penjelasan di atas memberikan kita gambaran bahwa AI tidak selalu dapat diandalkan. Lebih dari itu, AI tidak dapat menjawab kebutuhan sekolah yang sebenarnya. Kebutuhan yang dimaksud adalah adanya sistem pengelolaan ujian yang lebih baik, yakni platform CBT (Computer Based Test).
Sebuah sistem yang dapat menyimpan ribuan bank soal TKA digital berdasarkan mata pelajaran, materi, tingkat kesulitan, maupun kompetensi yang diukur. Guru juga membutuhkan kemudahan dalam menyusun berbagai paket ujian tanpa harus membuat soal dari awal.
Di dalam sistem tersebut juga diperlukan fitur seperti randomisasi soal yang menjadikan setiap siswa tidak mendapatkan soal ujian yang sama. Berbagai kebutuhan ini pastinya membutuhkan lebih dari sekadar AI seperti ChatGPT.
Mengapa Bank Soal Digital Tetap Menjadi Pilihan Utama Sekolah?
Sekali lagi, perkembangan AI yang semakin masif belum dapat menggantikan peran untuk memenuhi kebutuhan sekolah akan sistem pengelolaan ujian yang lebih baik. Solusi seperti aplikasi bank soal sekolah masih diperlukan untuk hal ini.
Aplikasi bank soal ini menjadikan guru memiliki penyimpanan soal yang lebih rapi dan terstruktur. Pencarian soal berdasarkan materi, kompetensi, tingkat kesulitan tertentu dapat dilakukan hanya dalam beberapa klik.
Pelaksanaan ujian melalui aplikasi bank soal juga dapat meminimalisir terjadinya kecurangan. Hal ini dapat dilaksanakan karena aplikasi bank soal digital seperti Neon Uji memiliki fitur seperti randomisasi soal dan AI Proctoring.
AI proctoring akan memblokir akses peserta ujian untuk membuka tab baru, browser baru, dan mencatat setiap aktivitas mencurigakan yang dilakukan.
Tidak Semua Bank Soal Digital Memiliki Standar Kualitas yang Sama, Jadi Pilih Neon Uji!
Saat ini, ada banyak aplikasi bank soal TKA SMP digital yang bisa Anda pilih. Sayangnya, tidak semua aplikasi bank soal TKA ini memiliki standar akademik yang jelas.
Perlu Anda ketahui, bank soal digital yang berkualitas tidak hanya dilihat dari banyaknya soal yang ditampung, tetapi juga bagaimana soal itu disusun dan memenuhi standar HOTS (High Order Thinking Skill).
Lalu, di mana Anda dapat menemukan aplikasi bank soal TKA digital yang dapat memenuhi semua standar di atas? Jawabannya adalah di Neon Uji. Terdapat tiga alasan mengapa Neon Uji adalah rekomendasi terbaik untuk Anda. Tiga alasan itu adalah:
Dikembangkan Bersama Neutron Yogyakarta
Neon Uji dikembangkan bersama Neutron Yogyakarta, lembaga pendidikan yang telah berdiri sejak tahun 1993 dan berpengalaman mendampingi jutaan siswa Indonesia dalam menghadapi berbagai ujian akademik.
Setiap Soal di Dalamnya Sudah Diverifikasi Tim Litbang Berpengalaman
Seluruh soal dalam Neon Uji tidak dibuat secara sembarangan. Soal telah melalui proses penyusunan, review, dan validasi oleh Tim Litbang Neutron sehingga kualitasnya lebih terjaga serta relevan dengan kebutuhan pembelajaran dan persiapan TKA.
Bank Soal yang Tersedia di Dalamnya Siap Digunakan
Selain memiliki lebih dari 5.000 soal, Neon Uji juga menyediakan pengelompokan materi, randomisasi soal, integrasi CBT, analisis hasil ujian, hingga fitur impor soal. Seluruh fasilitas tersebut membantu sekolah menyelenggarakan evaluasi secara lebih praktis tanpa harus membangun sistem dari awal.
Kesimpulan
Inilah penjelasan lengkap mengenai manakah yang terbaik antara AI dan bank soal digital. AI seperti ChatGPT memang menawarkan Anda proses penyusunan soal yang cepat. Melalui AI, guru bisa dengan mudah menemukan berbagai ide soal, variasi soal, dan tidak harus menyusun soal dari awal.
Namun, soal yang dihasilkan oleh AI belum tentu sesuai dengan standar yang diharapkan. AI juga tidak dapat menjawab kebutuhan sekolah akan pelaksanaan ujian yang kompleks.

Oleh sebab itu, sekolah membutuhkan solusi yang tidak hanya mampu menyediakan soal berkualitas, tetapi juga mendukung seluruh proses pelaksanaan ujian secara praktis, sistematis, dan terpercaya.
Neon Uji hadir sebagai bank soal digital yang dikembangkan bersama Neutron Yogyakarta dengan soal yang telah diverifikasi Tim Litbang berpengalaman, sehingga menjadi pilihan tepat untuk mendukung persiapan dan pelaksanaan TKA di sekolah.
Anda dapat mencoba free trial platform Neon Uji ini melalui klik di bawah:




