Sekolah perlu menyelenggarakan berbagai bentuk evaluasi untuk mengukur capaian belajar siswa, mulai dari asesmen atau ulangan harian hingga Ujian Tengah Semester (UTS), Ujian Akhir Semester (UAS), Sumatif Tengah Semester (STS), Sumatif Akhir Semester (SAS), serta tryout untuk menghadapi asesmen dan seleksi seperti TKA maupun UTBK. Jika seluruh proses tersebut masih dilakukan secara manual, guru harus melewati banyak tahapan, mulai dari menyiapkan soal, membagikan ujian, mengoreksi jawaban, hingga merekap hasil, yang tentu membutuhkan waktu dan tenaga tidak sedikit. Mulai dari menyiapkan naskah soal, mencetak lembar soal dalam jumlah banyak untuk ratusan siswa, membagikannya ke setiap kelas satu per satu, mengoreksi lembar jawaban secara teliti agar tidak terjadi kesalahan, hingga merekap hasil ujian ke dalam buku nilai secara konvensional.