7 Tips Menyusun Soal TKA Numerasi SD-SMP: Guru Wajib Tahu Peran Bank Soal Digital

|

TEAM NEON UJI

Nilai numerasi adalah skor atau hasil ukur dari kemampuan seseorang dalam memahami, menggunakan, mengevaluasi, dan menganalisis informasi berbentuk angka atau konsep matematika. Nilai numerasi menjadi salah satu bentuk penilaian dari ujian TKA (Tes Kompetensi Akademik) SD, SMP, hingga SMA sederajat.

Berbeda dengan soal ujian matematika pada umumnya, soal numerasi lebih menekankan pada kemampuan siswa mengolah informasi yang disajikan dalam bentuk grafik, tabel, atau angka. Soal numerasi bertujuan untuk menguji logika dan penalaran kuantitatif yang dimiliki oleh siswa.

Rendahnya kemampuan numerasi menunjukkan bahwa kemampuan penalaran matematis siswa masih perlu ditingkatkan. Hal ini menjadi pertanda akan pentingnya strategi pembelajaran yang lebih efektif.

Data dari Kepala Pusat Asesmen Pendidikan, Rahmawati di tahun 2026 menyebutkan bahwa nilai rata-rata matematika tingkat SD hanya berada di angka 43,41, sementara SMP ada di angka 40,35. Kedua nilai dari dua jenjang pendidikan ini masih berada di dalam kategori kurang baik.

Ini jelas menjadi alarm penting untuk semua pihak, tidak terkecuali bagi guru, untuk mengevaluasi strategi pembelajaran yang telah berlangsung. Apakah strategi tersebut efektif atau tidak sama sekali.

Secara umum, nilai numerasi siswa yang rendah dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti:

  • Siswa belum memahami konsep dasar.

  • Terbiasa menghafal rumus tanpa memahami konteks.

  • Kurang berlatih soal berbasis masalah.

  • Kesulitan memahami soal cerita.

  • Belum terbiasa dengan soal berbasis penalaran.

  • Tidak terbiasa mengerjakan soal dengan batas waktu.

  • Panik saat menghadapi ujian berbasis komputer.

  • Guru belum memiliki data kompetensi siswa secara rinci.

Lalu, bagaimana solusi yang tepat untuk meningkatkan nilai numerasi siswa? Di dalam artikel ini, admin akan membahas lengkap strategi jitu melatih nilai numerasi siswa. Silakan simak baik-baik artikel ini ya!

Numerasi TKA Bukan Sekadar Menghitung

Sebelum membahas apa saja strateginya, ada baiknya untuk Anda memahami terlebih dahulu apa itu numerasi. Masih ada banyak siswa, terutama orang tua siswa yang merasa bahwa soal numerasi TKA hanya menguji kemampuan menghitung cepat.

Padahal, soal numerasi TKA jauh lebih kompleks. Soal numerasi TKA itu mencakup:

  • Pemahaman konsep.

  • Penalaran logis.

  • Interpretasi data.

  • Penyelesaian soal cerita.

  • Penerapan rumus sesuai konteks.

  • Problem solving.

  • Analisis tabel, grafik, maupun diagram.

  • Manajemen waktu pengerjaan.

Kesalahan Umum Guru Saat Melatih Numerasi TKA

Perbedaan soal numerasi TKA dengan soal matematika umum, menjadikan persiapan yang diperlukan juga berbeda. Salah satunya adalah persiapan TKA yang lebih komprehensif, konsisten, dan berkala. Sayangnya, persiapan TKA seperti ini tidak lantas dapat menjadi solusi jitu.

7 Tips Mengajar untuk Guru Agar Nilai Numerasi Tidak Anjlok

1. Petakan Kompetensi Numerasi yang Lemah

Strategi mengajar pertama yang bisa Anda terapkan sebagai guru adalah dengan memetakan kompetensi numerasi yang lemah.

Pemetaan ini dapat dilakukan apabila analisis hasil latihan selesai dilakukan. Dari hasil tersebut, dapat diketahui kompetensi numerasi manakah yang paling banyak menyulitkan siswa.

2. Susun Bank Soal Berdasarkan Level Kesulitan

Strategi berikutnya adalah dengan menyusun bank soal berdasarkan level kesulitan, mulai dari yang termudah hingga sulit.

Penyusunan soal seperti ini dapat memotivasi siswa secara tidak langsung dan membantu mereka dapat pengembangan kualitas penalaran secara bertahap.

3. Gunakan Soal Kontekstual, Bukan Hanya Rumus

Selanjutnya adalah dengan menggunakan soal kontekstual. Soal kontekstual ini menjadikan siswa tidak lagi fokus pada hafalan rumus semata.

Soal kontekstual sendiri dapat dibuat dengan menghubungkannya pada kehidupan sehari-hari. Soal seperti ini akan membantu siswa memahami informasi sebelum melakukan perhitungan.

4. Melatih Siswa untuk Membaca Soal dengan Strategi

Berikutnya adalah dengan melatih siswa untuk terbiasa membaca soal dengan strategi yang sistematis dan relevan. Ajarkan siswa untuk tidak terburu-buru menjawab soal.

Ajak mereka untuk mengerti terlebih dahulu informasi dasar yang diberikan dari soal, memahami pertanyaan, memahami jawaban mana saja yang benar, lalu memilih jawaban yang paling tepat.

5. Gunakan Simulasi CBT Secara Berkala

Strategi kelima adalah dengan menggunakan platform simulasi CBT. Anda bisa menggunakan platform simulasi TKA yang disediakan langsung oleh pemerintah, yakni Ayo Coba TKA 2026.

Atau, jika Anda ingin melakukan simulasi TKA dengan soal yang lebih bervariatif dan dilengkapi dengan fitur yang lebih canggih, Anda bisa menggunakan platform CBT Neon Uji.

6. Berikan Pembahasan Berdasarkan Data Hasil Try Out

Setelah pelaksanaan try out selesai, jangan hanya berfokus pada nilai akhir yang diperoleh siswa. Guru perlu menganalisis hasil tersebut untuk mengetahui materi atau kompetensi numerasi yang masih menjadi kelemahan sebagian besar siswa.

Berdasarkan hasil analisis tersebut, guru dapat menyusun pembahasan yang lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Cara ini akan membuat proses belajar menjadi lebih efektif karena pembahasan difokuskan pada materi yang benar-benar perlu diperbaiki.

7. Buat Latihan Remedial Berdasarkan Kelompok Kemampuan

Strategi terakhir adalah menyusun latihan remedial berdasarkan kelompok kemampuan siswa. Siswa yang masih mengalami kesulitan dapat memperoleh latihan dasar, sedangkan siswa yang sudah menguasai materi dapat diberikan soal dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi.

Pembagian latihan seperti ini membuat proses pembelajaran menjadi lebih tepat sasaran dibandingkan memberikan materi yang sama kepada seluruh siswa. Dengan demikian, setiap siswa memiliki kesempatan untuk berkembang sesuai kemampuan dan kebutuhannya masing-masing.

Neon Uji - Platform CBT dengan Fitur Bank Soal untuk Memudahkan Guru Membuat Soal Numerasi TKA

Pada strategi kelima sebelumnya, sempat disinggung soal Neon Uji. Apa itu Neon Uji? Neon Uji adalah platform CBT yang dapat membantu sekolah mengadakan simulasi TKA atau try out CBT. Platform ini dapat diandalkan oleh guru untuk mengelola latihan numerasi menjadi lebih sistematis.

Proses seperti penyusunan soal, pelaksanaan simulasi, hingga evaluasi hasil belajar siswa dapat dengan mudah dilakukan.

Tidak hanya itu saja, di Neon Uji Anda bahkan dapat memanfaatkan 5.000+ soal terstandar HOTS hasil kurasi dari lembaga pendidikan ternama, Neutron Yogyakarta. Neutron Yogyakarta sendiri adalah lembaga bimbingan belajar yang telah berdiri sejak tahun 1993. 5.000+ bank soal yang terverifikasi ini mencakup segala jenjang pendidikan dimulai dari TKA SD, TKA SMP, TKA SMA, hingga UTBK.

Tidak hanya berfungsi sebagai bank soal digital, Neon Uji juga dirancang sebagai platform CBT yang mendukung seluruh proses persiapan TKA, mulai dari penyusunan soal hingga analisis hasil ujian.

  • Bank Soal Digital. Guru dapat menyusun dan menyimpan kumpulan soal numerasi secara terstruktur sehingga lebih mudah digunakan kembali untuk latihan maupun evaluasi.

  • Pengelompokan Soal Berdasarkan Materi. Soal dapat dikelompokkan sesuai kompetensi numerasi sehingga guru lebih mudah menyesuaikan latihan dengan kelemahan setiap siswa.

  • Simulasi CBT. Siswa dapat berlatih mengerjakan soal numerasi dalam suasana ujian berbasis komputer agar lebih siap menghadapi TKA yang sebenarnya.

  • Try Out TKA Online. Guru dapat mengadakan try out secara berkala untuk mengukur perkembangan kemampuan numerasi siswa sebelum pelaksanaan TKA.

  • Rekap Nilai Otomatis. Hasil latihan dapat langsung direkap sehingga guru lebih cepat mengidentifikasi materi numerasi yang masih perlu diperkuat.

Kesimpulan

Inilah penjelasan lengkap mengenai soal numerasi TKA 2026. Rendahnya capaian numerasi TKA yang diperoleh sebagian siswa SD dan SMP bukan berarti proses pembelajaran di sekolah gagal. Sebaliknya, hasil tersebut dapat menjadi bahan evaluasi untuk menyesuaikan strategi pembelajaran dan asesmen agar lebih selaras dengan kompetensi yang diukur dalam TKA.

Salah satu langkah yang dapat dilakukan sekolah adalah memanfaatkan platform CBT yang dilengkapi bank soal digital, simulasi ujian, serta analisis hasil belajar. Dengan begitu, guru dapat menyusun latihan yang lebih terarah, memantau perkembangan siswa, dan mempersiapkan mereka menghadapi TKA secara lebih efektif. Salah satu platform yang dapat mendukung kebutuhan tersebut adalah Neon Uji.

Ingin melihat langsung bagaimana fitur token ujian, randomisasi soal, dan monitoring peserta bekerja di sekolah Anda? Jadwalkan demo Neon Uji bersama tim kami — gratis, tanpa komitmen.

[Coba Fitur dengan Daftar 1 Bulan Tanpa Komitmen]
[Konsultasi Demo Neon Uji via WhatsApp]